Pages

Wednesday, May 16, 2012

Artikelku @ Surya : Mengajar Bersama Mawapres

Citizen Reporter 
Harian Surya Cetak, Jumat, 4 Mei 2012
Surya Online, Kamis, 3 Mei 2012 (Belajar dan Mengajar di Kampung Nelayan Surabaya)


Mengajar Bersama Mawapres

"Ngajarnya seru. Minggu lalu aku juga ngajar di SMP Yapita, ngajar Fisika. Yang penting telaten, sebenarnya harus intensif ngajarnya," ucap Himmatul Mursyidah, mawapres Matematika ITS (2009).

"Ini kan baru kali pertama ngajar. Belum bisa menyatu dengan adik-adik, belum fokus," timpal I Made Wahyu Wijaya, mawapres Teknik Lingkungan ITS (2010).

Itu kesan dua mawapres usai mengajar bersama IECC Goes to Ujian Nasional (UN). Sabtu (28/4) siang itu beberapa mahasiswa tengah bersiap dekat parkiran BAAK. Mereka, empat pengurus IECC BEM ITS dan dua mawapres. Pukul 11.30 WIB, motor melaju keluar dari kampus ITS menuju MI Al Muthmainnah, Jl Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak. Lokasi sekolah ini memang sedikit menjorok masuk ke dalam kampung nelayan, dekat pantai, sehingga tak terlihat dari luar. 

Kami tiba di lokasi sekitar pukul 11.00. Akan tetapi, adik-adik MI masih belum datang. Lewat 10 menit, baru 2 anak datang. Karena menunggu siswa yang lain, bimbingan baru dimulai 30 menit kemudian. Diawali dengan doa, lalu para siswa mendapat soal UN IPA. Tersedia waktu 30 menit untuk mengerjakan soal tersebut, berlanjut pembahasan soal bersama dua mawapres.

Para siswa terlihat antusias dengan pembahasan soal ini. Saat ditanya, ada beberapa jawaban siswa sedikit lucu. "Apa itu ovovivipar?" tanya Wahyu. "Bertelur meteng," sahut siswa yang lain. (meteng/jw = melahirkan). 

Keseruan membahas soal-soal IPA membuat tidak terasa sudah pukul 13.00. Akhirnya bimbingan hari ini dicukupkan dan dilanjutkan sekali kali lagi minggu depan sebelum UN SD. Para siswa sudah bersiap dan kegiatan ditutup dengan doa.

Bimbingan ini memang khusus untuk siswa kelas 6 yang menghadapi ujian nasional dan sudah berlangsung beberapa minggu yang lalu. Selain di MI Al Muthmainnah, bimbingan UN ini juga dilaksanakan di SD Kedung Cowek. Bimbingan yang sudah selesai yaitu di SMP Yapita dan SMP Raden Paku. Semua kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan ITS Mengajar oleh BSO IECC BEM ITS.

Tuesday, May 1, 2012

Pingin.....

Bingung juga bagaimana harus mendeskripsikannya. Saat ini sepertinya saat-saat dimana mulai banyak kerjaan, banyak kesibukan, memikirkan pradesain pabrik yang ruwet dan lain sebagainya. Selain itu, juga ada agenda penyelesaian alat PKM yang tak kunjung selesai dan beres ditengah waktu yang begitu mepet. Dan sepertinya juga, susah sekali menemukan waktu buat pulang ataupun rehat sejenak dari semua rutinitas yang dijalankan. Stress, nggak lah, terlalu berlebihan itu. Mungkin bisa dikatakan bosan dan butuh refreshing. Butuh rehat sejenak untuk menghilangkan diri dari kepenatan yang ada. 

MAKANAN 1
Pingin semuanya ini selesai, BESOK SELESAI. Apa mungkin? Rasanya cuma mimpi :)
Dua hari yang lalu, temenku ngajak makan mie ramen. Apa itu mie ramen? Aku juga baru tau, ternyata itu salah satu makanan Jepang. Sampai saat ini aku belum pernah makan masakan Jepang. Pingin coba. Selama bukan makanan yang mentah sih ok ok saja. Tapi, keuangan belum mendukung. Dan kondisinya saat itu lagi ruwet-ruwetnya ngerjain sesuatu. Jadinya, nggak aku urus ajakannya, sekalipun boleh juga.

MAKANAN 2
Saat berada di Lab, TV lagi menyala. Ternyata ada liputan masakan Rendang Indonesia. Dalam liputan itu disebutkan bahwa Rendang termasuk salah satu masakan terlezat di dunia. Wah, bangga jadi orang Indonesia. Tapi liputannya bikin pingin makan rendang. Delicious!! Enaknya......

MAKANAN 3
Saat di Lab juga, waduh ni temen sebelahku kayaknya lagi ngidam. Siang-siang pingin makan mie ayam. Ada-ada aja. Katanya lagi pingin makan mie ayam. Godaan kok selalu ada ya buat makan....Sepertinya juga enak makan mie ayam, hehe.

MAKANAN 4
Aku sendiri pingin makan bakso. Alhasil langsung saja menuju ke penjual bakso deketnya Lab Bahasa sana. Lumayanlah....

Makanan lagi makanan lagi......

BEBEK HITAM - enak juga
NASI PADANG - okelah
CAP JAY - sedap kayaknya
BAKSO KEPALA SAPI - Lejar
RUJAK KIKIL - bisa juga

------------------ STOP------------------


Wednesday, March 28, 2012

Sampah dan Sampah

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kampus ini, tapi sepertinya manusianya lah yang bermasalah. Memang tidak semua, ada sebagian, mungkin beberapa dari ribuan, dan bisa jadi banyak. Ketika aku berjalan di suatu tempat, aku merasa heran ketika melihat pemandangan ada sampah yang dibuang sembararangan. Bahkan hal itu bisa aku lihat di dalam suatu ruangan. Yang harusnya ruangan bersih dari sampah, kok bisa-bisanya banyak sampah berserakan disana sini, di atas meja, di atas kursi, di lantai. Padahal sudah sangat jelas TEMPAT SAMPAH yang ukurannya cukup besar ada di ruangan ini. PEMALAS! Mungkin cocok buat si pembuat SAMPAH. 

Aku datang ke ruangan ini pagi sekali, jam 07.30, dimana masih belum ada satu orangpun yang datang pagi ini, jadi aku adalah orang yang pertama kali datang ke ruangan ini. Lalu siapakah si pembuat SAMPAH itu? Artinya yang menempati ruangan ini saat malam hari. Dan siapakah itu? Jawabannya adalah orang-orang yang telah dianggap golongan orang berintelektual dan berpendidikan. Cerdas karena bisa masuk ke kampus hebat ini. Tapi, sayang sekali sikapnya tidak secerdas anggapannya yang dianggap berintelektual alias pintar. Sungguh sangat mengecewakan. Ini adalah bukan salah petugas kebersihan yang tidak membersihkan ruangan ini pagi-pagi sebelum ruangan ini digunakan. Aku malah sangat salut sama petugas kebersihan yang rela membersihkan SAMPAH yang dibuat oleh manusia-manusia yang telah dianggap berintelektual ini. Terima kasih bapak atas jasanya, semoga jangan kapok dengan ulah-ulah si pembuat SAMPAH.

Dimanakah Lokasi Ruangan yang diceritakan di atas?


Sunday, March 25, 2012

Baru Tau, Istilah "PELERES"

Sekitar seminggu yang lalu, aku pergi ke ATM di jalan Arif Rahman Hakim karena uang sudah mulai menipis. Saat di ATM, aku buka dompet, eh nggak taunya kartu KTM (juga berfungsi sebagai ATM) ternyata nggak ada di dompet. Waduh, kemana ni keberadaannya. Aku udah curiga jangan-jangan hilang. Tapi aku baik ke kos siapa tahu ketinggalan di kos, atau mungkin ada di tas. Setalh aku cari-cari, ternyata nggak ketemu. Hmm, udah bisa dipastikan hilang. Kemungkinan ketinggalan di ATM saat tarik tunai hari selasa nya, atau mungkin jatuh entah dimana. 

Sehari setelah itu, aku memutuskan untuk langsung mengurus KTM yang hilang. Awalnya aku langsung menuju ke kantor polisi, ternyata harus pakai pengantar dari BAAK. Jadi, aku mengurus surat pengantar keterangan kehilangan KTM di BAAK. Setelah selesai, aku balik lagi ke kantor polisi buat mengurus surat kehilangan. Awalnya dimintai keterangan terkait kehilangan, lalu dibuatkan surat keterangan kehilangan. Setelah surat selesai dibuat, aku diminta untuk menandatanganinya. Lalu suratnya dikasihkan keaku.
"Sudah, pak?" tanyaku.
"Sudah, mas. Peleresnya kalo ada, kalo nggak ada juga nggak apa-apa," jawabnya.
"???!!!???!!!" aku mikir, bingung, tapi kayaknya masalah r-up-iah.
"Berapa, Pak?" tanyaku.
"Seadanya saja, kalo nggak ada juga nggak apa-apa," jawabnya.
"HHmmmm, gitu ya ternyata.....," ucap dalam hati.
Nah, ternyata terbukti juga apa yang diceritakan temenku. Mengenai istilah "peleres" itu, diartikan sendiri ya, pasti sudah paham maksudnya, jadi tidak perlu dijelaskan lagi.

Friday, March 23, 2012

Artikelku @ Surya : ITS Mengajar

Citizen Reporter
Harian Surya Cetak, Kamis, 8 Maret 2012
Surya Online, Senin, 5 Maret 2012
 
ITS Mengajar

Cukup banyak kita temui gerakan mahasiswa di bidang sosial pendidikan. Entah gerakan itu berada dalam suatu organisasi, komunitas independen, atau perseorangan. Semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan Indonesia melalui kontribusi yang diberikan. Salah satu di antaranya adalah gerakan ITS Mengajar.

Untuk pertama kalinya, gerakan ITS Mengajar yang bergerak di bidang sosial pendidikan, diresmikan dalam acara Grand Launching ITS Mengajar. Gerakan yang diinisiasi Badan Semi Otonom ITS Education Care Center (IECC) BEM ITS 2011-2012 ini, dilaksanakan di Gedung Teater A ITS, Sabtu (3/3). Lebih dari 100 peserta dari berbagai jurusan di ITS, bahkan peserta dari kampus lain tampak hadir.

Sunday, February 26, 2012

Artikelku di Surya: Jelajah Kuliner ala Pamits

Citizen Reporter
Harian Surya Cetak, Kamis, 23 Februari 2012
Surya Online, Selasa, 21 Februari 2012


Jelajah Kuliner ala Pamits

Minggu (19/2) pagi, dari kejauhan, terlihat keramaian memadati jalanan Taman Alumni Instutut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS). Tidak jauh dari pintu gerbang masuk kampus ITS, deretan stan yang berjajar selalu dirubung mahasiswa. Maklum saja, saat itu sedang digelar Pasar Minggu ITS atau Pamits, salah satu ajang menjual dan memasarkan produk-produk wirausaha mahasiswa.

Friday, February 10, 2012

2009 atau 2008?

2009 atau 2008
2008 atau 2009
2009 atau 2008
2008 atau 2009
hmmm?

Aku angkatan 2009 atau 2008 ya? Sedikit bercerita tentang pengalamanku yang agak mengggelitik dan berhubungan dengan status angkatan. Penasaran?